"(Sullivan) Pensiun dari jabatannya pada 22 Februari mendatang," ujar juru bicara Secret Service, Brian Leary kepada AFP, Sabtu (2/2/2013).
Leary menuturkan, Sullivan yang menjabat sejak Mei 2006 ini telah mengawasi 23 acara nasional, termasuk pelantikan Obama pada tahun 2009 dan Januari 2013 lalu. Kepemimpinan Sullivan diwarnai dengan sejumlah kasus yang melanda Secret Service, termasuk skandal seks yang menjerat sejumlah anggota Secret Service saat mengawal Obama di Kolombia, pada April tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin berterima kasih kepada Mark Sullivan atas pengabdiannya selama nyaris 30 tahun dalam melayani negara melalui Secret Service AS, yang selama ini telah melindungi lima keluarga presiden AS, termasuk keluarga saya sendiri," ujar Obama dalam pernyataannya.
"Sejak tahun 2006, sebagai seorang Direktur, Mark memimpin lembaga tersebut dengan dedikasi dan integritas yang luar biasa. Secret Service dikenal karena melindungi kepala negara, tapi setiap harinya mereka juga melindungi seluruh rakyat Amerika," imbuhnya.
Skandal seks yang melanda agen Secret Service, tahun lalu, menjadi tamparan keras bagi pemerintahan Obama dan membuat sistem pengamanan presiden AS dipertanyakan banyak pihak. Di hadapan Kongres AS, Sullivan berusaha meyakinkan dan memberi jaminan bahwa tidak ada sistem pengamanan yang dilanggar saat skandal tersebut terjadi.
Pasca skandal tersebut, Secret Service mengumumkan pengetatan peraturan yang diberlakukan bagi setiap agennya, terutama saat bertugas ke luar negeri. Salah satu aturan yang diperketat ialah konsumsi alkohol yang lebih dibatasi.
(nvc/)











































