AS Kecam Serangan Bom Bunuh Diri di Kedutaannya di Turki

AS Kecam Serangan Bom Bunuh Diri di Kedutaannya di Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 02 Feb 2013 09:48 WIB
AS Kecam Serangan Bom Bunuh Diri di Kedutaannya di Turki
Reuters
Washington - Kantor kedutaannya di Ankara, Turki menjadi sasaran bom bunuh diri, Amerika Serikat (AS) mengecam keras. Pemerintah AS bahkan menyebut serangan tersebut sebagai 'serangan teroris' yang mengerikan.

"Kami mengutuk keras serangan bom bunuh diri yang melanda kedutaan kami di Ankara, terpatnya yang terjadi lingkar keamanan luar kedutaan tersebut," ujar juru bicara Gedung Putih AS, Jay Carney, seperti dilansir AFP, Sabtu (2/2/2013).

Serangan tersebut menewaskan 2 orang, yakni seorang warga Turki yang merupakan petugas keamanan di kompleks kedutaan tersebut dan si pelaku bom bunuh diri. Pelaku diketahui bernama Ecevit Sanli dan merupakan anggota militan sayap kiri ilegal. Namun belum ada pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ledakan ini melukai sejumlah orang lainnya, dan merusak beberapa bangunan yang ada di sekitar lokasi kejadian.

"Serangan bom bunuh diri yang terjadi di lingkaran luar gedung kedutaan ini dikategorikan sebagai aksi teror. Ini serangan teroris," tegas Carney.

Lebih lanjut, Carney menyatakan, pihaknya terus bekerja sama erat dengan aparat dan pemerintah Turki untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. "Menyelidiki insiden ini lebih lanjut dan membawa pelaku ke jalur hukum," ucapnya.

Serangan bom bunuh diri ini terjadi di dekat pembatas keamanan di pintu masuk kompleks kedutaan AS di Ankara, Turki. Pelaku meledakkan dirinya sendiri hingga tewas. Belum diketahui pasti motif pelaku dalam serangan ini. Wakil Presiden AS Joe Biden menyebut, pelaku diduga salah satu anggota kelompok terorisme. Menanggapi insiden ini, Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan menyatakan pihaknya akan serius memerangi aksi kebrutalan tersebut.

(nvc/ndr)


Berita Terkait