Menteri Dalam Negeri Turki Muammer Guler mengatakan pelaku pengeboman Duta Besar Amerika Serikat di Ibu kota Turki, Ankara berasal dari sebuah kelompok sayap kiri ilegal. Sampai saat ini belum diketahui motivasinya.
Seperti yang dlansir reuters, Sabtu (2/2/2013), bom tersebut menewaskan dua orang. Media Turki melaporkan identitas pelaku ialah Ecevit Sanli. Pelaku tubuhnya terkoyak-koyak setelah melakukan aksinya.
"Ini adalah tindakan teror, tanpa motivasi yang jelas!" tegas Muammer Guler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tragedi ini menunjukkan bahwa kita perlu berjuang bersama-sama dmelawan elemen-elemen teroris," ungkap Tayyip.
Seperti diketahui, peristwa pengeboman tersebut mengakibatkan 2 orang tewas, yaitu pelaku dan seorang petugas keamanan berkewarganegaraan Turki.
(rvk/spt)










































