1 Juta Rakyat Kamboja Antar Jasad Norodom Sihanouk Untuk Dikremasi

1 Juta Rakyat Kamboja Antar Jasad Norodom Sihanouk Untuk Dikremasi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Feb 2013 12:17 WIB
1 Juta Rakyat Kamboja Antar Jasad Norodom Sihanouk Untuk Dikremasi
Ilustrasi (AFP)
Phnom Penh -

Kamboja menggelar acara berkabung nasional atas meninggalnya mantan Raja Norodom Sihanouk, sebelum jenazahnya dikremasi. Diprediksikan lebih dari 1 juta orang akan ikut serta dan turun ke jalanan Kota Phnom Penh untuk mengarak jenazah Norodom Sihanouk untuk terakhir kalinya.

Norodom meninggal dunia pada usia 89 tahun karena serangan jantung saat dirawat di rumah sakit Beijing, China pada Oktober 2012 lalu. Namun jenazahnya baru akan dikremasi pada Senin (4/2) mendatang.

Sebelum dikremasi, acara berkabung nasional dan penghormatan terakhir terhadapnya akan digelar sejak Jumat (1/2) ini. Pertama, jenazah Norodom akan diarak dari Royal Palace menujuk ke lokasi kremasi di taman Kota Phnom Penh. Demikian seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (1/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam parade ini, jenazah Norodom akan ditempatkan di dalam kendaraan pawai bernuansa emas yang berbentuk burung. Rakyat Kamboja akan bisa melihat arak-arakan ini di jalanan Kota Phnom Penh.

Otoritas setempat telah mempersiapkan dan membersihkan rute jalan yang akan dilalui arak-arakan tersebut. Jenazah Norodom akan disemayamkan terlebih dahulu sebelum akhirnya dikremasi pada Senin (4/2), tapi tertutup dari publik. Parade yang digelar hari ini, akan diiringi dengan 101 letusan meriam.

Sosok Norodom memang sangat melekat di hati rakyatnya, terutama penduduk lanjut usia di Kamboja. "Saya sangat sedih ketika mengetahui ayahanda raja akan dikremasi dalam waktu dekat. Ini merupakan kehilangan besar bagi kami semua. Dia telah membawa kedamaian di negara ini," tutur seorang penduduk Phnom Penh, Buth Nakry (63).

Sihanouk meninggal dunia di Beijing, China pada Senin (15/10) dini hari karena serangan jantung. Semasa berkuasa, Sihanouk dikenal dekat dengan tokoh revolusi China Mao Zedong dan Zhou Enai. Setelah turun tahta pada tahun 2004, Sihanouk yang memiliki sejumlah masalah kesehatan kerap berkunjung ke China untuk menjalani serangkaian perawatan medis. Dia bahkan telah menempati kediamannya di Beijing sejak Januari lalu, dengan didampingi istrinya, Ratu Monique.

Selama 3 bulan terakhir ini, jenazah Sihanouk telah disemayamkan di istana kerajaan di Phnom Penh. Rakyat diperbolehkan datang ke istana untuk mendoakan mendiang Norodom.

(nvc/nwk)


Berita Terkait