Belasan gajah kerdil Kalimantan di wilayah Sabah, Malaysia mati secara misterius. Salah satu gajah yang mati tersebut, meninggalkan seekor bayi gajah yang baru berusia 3 bulan.
Kini, otoritas setempat memprihatinkan nasib bayi gajah yang ditinggal mati induknya itu.
Disampaikan Menteri Urusan Pariwisata, Kebudayaan dan Lingkungan Sabah, Masidi Manjun, berat badan bayi gajah yang diberi nama 'Joe' tersebut turun drastis semenjak induknya mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, bayi gajah tersebut berada dalam karantina di penangkaran dan dilaporkan kehilangan berat badan 10 kilogram. Bayi ini nampaknya dalam kondisi trauma sehingga enggan makan dan minum.
Insiden matinya gajah-gajah kerdil di Sabah mendapat perhatian besar dari para aktivis hewan, salah satunya WWF-Malaysia. Mereka menyalahkan penebangan hutan yang dilakukan oleh para pengusaha kelapa sawit setempat.
Aksi penebangan hutan itu secara tidak langsung memaksa para kawanan gajah mencari tempat tinggal lain dan berjalan jauh demi mencari makan dan menghindari manusia. Menurut WWF-Malaysia, hingga saat ini hanya tercatat sekitar 1.200 ekor gajah kerdil Kalimantan yang masih hidup di wilayah Sabah.
(nvc/ita)











































