Seperti dilansir AFP, Kamis (31/1/2013), kematian yang paling baru ditemukan pada Rabu (30/1) oleh petugas penangkaran. Dengan demikian, total ada 14 ekor gajah kerdil yang ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Gunung Rara. Sebanyak 10 ekor ditemukan tewas pekan lalu dan 3 ekor lainnya pada awal pekan ini.
Dikatakan Direktur Dinas Satwa Liar Wilayah Sabah, Laurentius Ambu, semakin bertambahnya jumlah gajah kerdil yang mati itu, semakin mengejutkan otoritas setempat dan petugas penangkaran. Dikhawatirkan, jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena biasanya binatang ini gemar menjelajah hutan secara berkelompok yang terdiri dari sekitar 50-60 ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan hasil penyelidikan atas kematian hewan-hewan tersebut baru akan selesai pekan depan. Keracunan memang diduga sebagai penyebab utama karena merujuk pada adanya pendarahan dan luka borok pada saluran pencernaan gajah-gajah yang mati tersebut.
Sumber keracunan bisa dipicu adanya zat kimia yang ditinggalkan oleh para pekerja di perkebunan kepala sawit di dekat penangkaran. Atau bisa juga karena binatang-binatang malang itu memakan buah-buahan atau tumbuhan yang sudah terkena racun, seperti pestisida.
(nvc/ita)











































