Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan sangat prihatin akan klaim Suriah bahwa pusat militernya telah digempur oleh jet tempur Israel. Bom-bom udara juga dijatuhkan di dekat perbatasan Libanon dan Suriah.
"Jika informasi ini benar, maka kita berurusan dengan serangan tak beralasan terhadap target-target yang berlokasi di wilayah sebuah negara berdaulat, yang terang-terangan melanggar Piagam PBB dan tak bisa diterima, apapun motif yang digunakan untuk justifikasinya," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (31/1/2013).
"Kami sekali lagi menyerukan dihentikannya semua kekerasan di Suriah... dan dimulainya dialog antar-Suriah yang didasarkan pada kesepakatan Jenewa 30 Juni 2012," imbuh kementerian.
Rusia telah tiga kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad terkait konflik di negaranya. Lebih dari 60 ribu orang telah tewas sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 silam.
(/)











































