Menurut pejabat-pejabat PBB, dalam beberapa hari ini, Dewan Keamanan PBB akan membahas tentang kemungkinan mengirimkan hingga 5 ribu tentara guna melindungi warga sipil dan mempertahankan stabilitas di Mali.
"Saat ini pembicaraan mengenai pengerahan operasi perdamaian PBB kian meningkat," kata seorang diplomat senior Barat seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (31/1/2013).
Seorang pejabat PBB membenarkan bahwa pembicaraan soal ini akan dilakukan dalam beberapa hari ini. Sebabnya, pengerahan pasukan perdamaian tersebut akan membutuhkan persetujuan Dewan Keamanan PBB.
Dilaporkan bahwa militer Prancis berniat mengakhiri aksi militernya di Mali yang telah berlangsung tiga pekan. Ini dikarenakan pasukan Prancis saat ini telah berhasil menguasai kota Kidal, kota besar terakhir di Mali utara yang sempat dikuasai militan-militan.
Diperkirakan sekitar 380 ribu orang telah melarikan diri dari wilayah Mali utara sejak dimulainya konflik pada akhir tahun 2012 lalu. Menurut badan pengungsi PBB, UNHCR, sebagian para pengungsi tersebut pergi ke negara-negara tetangga termasuk Aljazair, Niger, Burkina Faso dan Mauritania.
(ita/nrl)











































