Pejabat senior kepolisian setempat, Lilian Carus menuturkan, Elissandro Sphor mencoba bunuh diri saat dirawat di rumah sakit di kota Cruz Alta, sekitar 125 km dari Santa Maria. Namun aksinya kepergok seorang petugas yang mengawasi kamarnya.
Sphor dirawat di rumah sakit karena keracunan gas saat kebakaran terjadi pada Minggu (27/1) malam. "Sangat jelas bahwa dia mencoba gantung diri," tutur Carus kepada AFP, Kamis (31/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ditambah tidak adanya peralatan pemadam api yang layak di dalam kelab malam tersebut. Sebagian besar korban tewas akibat keracunan asap kebakaran dan kehabisan napas karena kondisi di dalam kelab yang penuh sesak.
Dokter rumah sakit menuturkan, sejak insiden tragis tersebut, Sphor yang merupakan salah satu dari dua orang pemilik kelab tersebut, terus-menerus menangis. Menurut dokter, Sphor mengalami kondisi yang disebut kehancuran emosional. Untuk membantunya, dokter pun memberikan resep obat penenang kepadanya.
Kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 27 Januari dini hari setempat ketika sebuah kelompok band yang tengah manggung di kelab tersebut mulai menyalakan kembang api. Saat kejadian, ada sekitar seribu orang, kebanyakan mahasiswa sebuah universitas setempat.
Insiden serupa terjadi di Rusia pada akhir tahun 2009 lalu ketika kebakaran dahsyat melanda kelab malam Lame Horse di Perm, sekitar 1.400 kilometer sebelah timur Moskow. Sebanyak 156 orang tewas dalam kejadian itu.
(nvc/ita)











































