Hal tersebut disampaikan utusan khusus PBB-Liga Arab untuk konflik Suriah, Lakhdar Brahimi usai briefing Dewan Keamanan PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/1/2013).
"Dewan Keamanan tak bisa terus mengatakan 'kami tidak sepakat, karena itu kita harus menunggu waktu yang tepat'... Mereka harus menghadapi masalah ini sekarang," tegas Brahimi kepada para wartwan di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat.
"Jika tekanan diberikan sedikit lagi, mungkin akan ada sedikit kemajuan," kata mantan Menteri Luar Negeri Aljazair tersebut.
Brahimi pun mengakui bahwa dirinya tak membuat banyak kemajuan dalam upayanya menghentikan konflik berkepanjangan di Suriah. Namun dia tak akan berhenti mencoba. "Saya bukan orang yang gampang menyerah," cetus Brahimi.
Konflik yang melanda Suriah telah berlangsung hampir 2 tahun. Menurut PBB, lebih dari 60 ribu orang telah tewas selama pergolakan yang terjadi sejak Maret 2011 itu. Sejumlah negara terus mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad mundur demi mengakhiri pertumpahan darah. Namun Assad bersikeras menolaknya. Ditegaskan Assad, masa depan pemerintahannya sepenuhnya berada di tangan rakyat Suriah.
(ita/nrl)











































