Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2013), dengan menggunakan satelit dan jaringan internet, Hillary tampil di sejumlah jaringan televisi besar di dunia. Dalam acara yang diberi nama 'Global Townterview' yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri AS ini, Hillary menjawab pertanyaan dari para wartawan lokal dan para penonton secara interaktif.
Berbagai pertanyaan dari berbagai kota di belahan dunia diajukan kepada Hillary. Mulai dari Beirut hingga Tokyo, lalu dari London hingga New Delhi, berlanjut ke Bogota hingga Lagos, Nigeria. Topik pertanyaan yang diajukan cukup beragam, mulai dari persoalan sumber daya alam yang dicari AS di luar negeri, konflik militan di benua Afrika dan juga Timur Tengah yang tak kunjung berakhir, hingga persoalan pemilu Israel.
Hillary menjawab pertanyaan tersebut satu per satu secara telekonferensi. Bahkan, Hillary sempat menyampaikan salah satu penyesalan terbesarnya sebagai Menlu AS, yakni tewasnya 4 warga AS dalam serangan di Benghazi, Libya pada September 2012 lalu.
Ketika media AS, CNN bertanya soal rencana Hillary pasca lengser dari jabatannya. Istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu pun menyatakan, dirinya akan lebih banyak diam di rumah. Namun ditegaskan Hillary, dirinya akan tetap memperjuangkan hak-hak kaum perempuan di segala aspek seperti yang dia lakukan sebelum menjadi Menlu AS.
"Setiap saya bangun tidur, Senin, Selasa, Rabu, tidak ada lagi tujuan untuk pergi, tidak ada hal yang harus dilakukan, tidak ada telepon darurat dari para pemimpin negara tentang krisis yang terus meluas, saya sebenarnya sangat penasaran bagaimana rasanya seperti itu," ucap Hillary kepada CNN.
Selama wawancara virtual ini yang berlangsung berjam-jam ini, Hillary sama sekali tidak meninggalkan kursinya di gedung Newseum, Washington. Acara ini merupakan momen terakhir Hillary bersama publik sebagai seorang Menlu AS.
Pada Jumat (1/2) mendatang, Hillary secara resmi akan menyerahkan jabatannya kepada John Kerry yang telah diloloskan oleh Senat AS sebagai Menlu AS yang baru. Selama 4 tahun terakhir menjabat sebagai Menlu AS, Hillary telah melakukan kunjungan berjuta-juta mil jauhnya dan menghadiri sekitar 1.700 pertemuan dengan kepala-kepala negara di seluruh dunia.
(nvc/ita)











































