Ketegangan antara dua Korea kian menjadi-jadi. Korea Utara (Korut) bahkan mengancam akan melakukan pembalasan "tanpa ampun" terhadap Korea Selatan (Korsel) yang mendukung sanksi-sanksi PBB terhadap Korut.
Media resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA) menekankan, resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi-sanksi baru tersebut sama halnya dengan "deklarasi perang". KCNA pun menyebutkan, dukungan tercela Korsel atas resolusi tersebut merupakan provokasi terang-terangan yang tak akan didiamkan begitu saja.
"Para provokator hanya akan mendapatkan pukulan pembalasan tanpa ampun," demikian disampaikan KCNA dalam kolom komentar panjangnya yang dimuat hari ini seperti dilansir AFP, Selasa (29/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah sekali lagi mendesak keras Korut untuk memperhatikan peringatan-peringatan yang terus datang dari komunitas internasional dan tidak kembali melakukan provokasi lainnya, termasuk uji coba nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel Cho Tai-Young.
"Saya benar-benar tak mengerti mengapa Korut tetap bertindak yang mengancam keamanan di wilayah pada saat rakyatnya tengah berjuang dikarenakan kurangnya pangan," tutur Cho.
Sebelumnya, pejabat-pejabat Pertahanan Korsel telah menyatakan bahwa mereka yakin Korut mampu kembali melakukan uji coba nuklir "kapan saja". Otoritas Korsel pun telah menyiapkan satu pasukan khusus untuk memonitor dua lokasi peluncuran rudal Korut sebelumnya, yakni pada tahun 2006 dan 2009.
(ita/nwk)











































