Dalam insiden yang terjadi hari ini, seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di antara sekelompok tentara dan polisi yang berada di luar kantor PM.
"Saya melihat jasad enam orang dan beberapa orang lainnya terluka," kata Abdukadir Ali, pejabat militer Somalia yang tinggal di dekat lokasi serangan di Mogadishu, ibukota Somalia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Si pengebom duduk dekat tembok perimeter dan meledakkan dirinya di tengah-tengah sekelompok pasukan keamanan," ujar Ali seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (29/1/2013).
"Ada kekacauan, asap dan potongan-potongan daging manusia," imbuhnya.
PM Abdi Farah Shirdon Said tengah berada di dalam kantornya saat kejadian. Namun dirinya tidak terluka dalam ledakan bom bunuh diri tersebut.
"Kawasan tersebut kini ditutup oleh pasukan keamanan... Saya melihat beberapa tentara yang tewas dan lainnya yang terluka dilarikan ke rumah sakit," tutur saksi mata, Mohamed Hussein.
Saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri itu. Namun kelompok militan Shebab yang terkait Al-Qaeda telah melakukan serangkaian serangan gerilya di Mogadishu.
Para pemberontak tersebut telah bertekad untuk menggulingkan Presiden Hassan Sheikh Mohamud yang baru terpilih. Presiden itu dilantik pada September 2012 lalu setelah dipilih oleh parlemen baru Somalia. Pelantikan Mohamud mengakhiri pemerintahan transisi yang telah berlangsung delapan tahun di negeri konflik itu.
(ita/nwk)











































