Insiden ini pertama kali terjadi pada 29 Desember 2012, ketika seekor gajah ditemukan mati. Selanjutnya, beberapa ekor gajah lainnya menyusul. Insiden matinya gajah secara misterius ini terakhir terjadi pada 24 Januari kemarin.
Gajah-gajah tersebut ditemukan mati di area perkebunan yang dikelola oleh sebuah perusahaan swasta di wilayah Kalabakan, sekitar 150 km dari Tawau. Demikian seperti dilansir Asia One, Selasa (29/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang paling kuat adalah dugaan gajah-gajah ini keracunan hingga mati. Namun tidak diketahui pasti apakah keracunan tersebut disebabkan oleh faktor alam, seperti tanaman beracun yang ada di lingkungan tempat hidup gajah tersebut, ataukah karena pestisida.
Terhadap spekulasi dan dugaan yang mencuat, otoritas setempat maupun pihak penangkaran gajah tersebut enggan berkomentar banyak. Pihak Kementerian Pariwisata, Kebudayaan dan Lingkungan Sabah menyatakan, masih terlalu awal untuk berspekulasi soal penyebab kematian.
"Departemen kami harus menunggu laporan dari ahli kimia untuk menentukan penyebab kematian," ucap Menteri Kementerian Pariwisata, Kebudayaan dan Lingkungan Sabah, Datuk Masidi Manjun.
Penyelidikan terhadap insiden misterius ini diselidiki langsung oleh tim gabungan dari sejumlah institusi setempat, seperti Departemen Kehutanan, Yayasan Sabah, WWF Malaysia dan juga kepolisian setempat.
(nvc/ita)











































