"Kami siap bertemu di manapun dan secepat mungkin. Kami pikir esensi pembicaraan kita jauh lebih penting daripada dorongan moral yang mungkin diberikan sebuah kota tertentu," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kepada wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/1/2013).
"Kita harap akal sehat akan menang dan kita berhenti bertindak seperti anak-anak kecil yang plin-plan," imbuh Lavrov.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 10 bulan terakhir, negara-negara besar dunia: AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman telah tiga kali mengadakan dialog dengan Iran mengenai krisis nuklir negeri itu. Namun pembicaraan tersebut tak membuahkan hasil apapun.
Moskow yang menjadi tuan rumah pertemuan terakhir pada Juni 2012 lalu, telah mengungkapkan kekesalan atas penundaan tersebut.
(ita/nrl)











































