Seperti dilansir Ahram Online, Senin (28/1/2012), pejalan kaki ini terkena tembakan di bagian dadanya. Pria yang tidak disebutkan namanya ini tewas di lokasi kejadian.
Kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di Mesir sejak Sabtu (26/1) ini dipicu oleh penjatuhan vonis mati terhadap 21 orang terkait kerusuhan pertandingan sepakbola pada tahun lalu. Massa yang terlibat kerusuhan berusaha menyerang tiga kantor polisi di tiga provinsi. Mereka bahkan berusaha membakar sejumlah fasilitas milik militer Mesir dan menjarah barang-barang yang ada di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lebih dari 460 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam kerusuhan ini. Akibat kondisi ini, Amerika Serikat (AS) dan Inggris memutuskan untuk menutup kantor kedutaan mereka di Kairo, Mesir.
Presiden Mesir Mohamed Morsi pun menyatakan keadaan darurat di tiga provinsi, yakni Provinsi Port Said, Suez dan Ismailia. Keadaan darurat ini akan diberlakukan selama 30 hari ke depan, terhitung semenjak Minggu (27/1) malam.
Dengan adanya penetapan keadaan darurat ini, maka jam malam akan diberlakukan di ketiga provinsi tersebut. Dikatakan Morsi, jam malam berlaku mulai pukul 21.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 waktu setempat, setiap harinya.
(nvc/ita)











































