Sejak beberapa tahun terakhir, otoritas Iran menyatakan media asing seperti Voice of America (VoA) dan BBC dengan layanan bahasa Persia sebagai kaki-tangan agen intelijen Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Otoritas Iran juga memberi peringatan keras bagi setiap jurnalisnya maupun aktivis yang ketahuan berhubungan atau terlibat dengan media-media asing tersebut.
Sejumlah pemimpin redaksi media setempat menuturkan, total ada 11 jurnalis yang ditangkap dan kemudian dibawa oleh kepolisian Iran pada Minggu (27/1) waktu setempat. Menurut salah seorang pemimpin redaksi yang enggan disebut namanya, para jurnalis tersebut ditangkap karena ketahuan berhubungan dengan pihak asing atau memiliki 'kontak asing'.
Seperti dilansir media AS, MiamiHerald, Senin (28/1/2013), penangkapan ini dilakukan untuk menindaklanjuti peringatan yang dikeluarkan Jaksa Agung Iran Gholam Hossein Mohseni Ejehei. Pekan lalu, Ejehei menyatakan, setiap jurnalis yang berhubungan dengan 'media asing milik musuh' akan dihukum. Ejehei bahkan menyebut, jurnalis yang terlibat dianggap telah 'melayani tujuan musuh'.
Para jurnalis yang ditahan tersebut terdiri atas 7 pria dan 4 wanita. Mereka berasal dari enam media yang berbeda, termasuk empat surat kabar harian serta dari kantor berita semi-resmi ILNA.
Disebutkan bahwa beberapa dari jurnalis yang ditangkap tersebut pernah dipenjara sebelumnya karena artikel mereka yang kritis dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintah Iran.
(nvc/ita)











































