"Evakuasi para narapidana di penjara Uribana telah selesai dilakukan. Sekarang masih dilakukan rekonstruksi," ujar Menteri Urusan Penjara Iris Varela seperti dilansir AFP, Senin (28/1/2013).
Sebagian besar korban tewas dalam kerusuhan terkena tembakan senapan, baik yang dimiliki para sipir maupun yang dimiliki secara ilegal dan disimpan oleh para narapidana. Direktur Rumah Sakit Antonio Maria Pineda, Ruy Medina menuturkan, sekitar 120 orang lainnya mengalami luka-luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusuhan berawal ketika para sipir penjara melakukan sweeping atas senjata-senjata ilegal yang disembunyikan para narapidana. Seorang narapidana dengan sengaja melakukan perlawanan terhadap petugas. Kerusuhan pun tak terhindarkan.
Dijelaskan Varela, para narapidana yang terlibat kerusuhan dan narapidana lainnya dievakuasi dan dipindahkan ke penjara lainnya. Mereka dibawa dengan menggunakan sejumlah bus ke lokasi yang tidak disebutkan.
Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga narapidana. Sejumlah keluarga narapidana bahkan ada yang tidak mengetahui nasib keluarga mereka pasca kerusuhan tersebut. Varela menyatakan, seluruh narapidana berhasil dievakuasi tanpa adanya perlawanan sedikitpun. Kini, para personel Garda Nasional Venezuela bersiaga di penjara Uribana untuk mengantisipasi kembali terjadinya kerusuhan dan keributan.
Penjara Uribana diyakini dihuni sekitar 2.500 narapidana. Kondisi penjara tersebut dan sebagian besar penjara di Venezuela, cukup mempihatinkan ditambah dengan sanitasi yang buruk dan tingginya tindak kekerasan di dalam penjara. Juga banyak penjara dengan tingkat hunian yang melebihi kapasitas.
(nvc/ita)











































