Seorang pangeran kerajaan Arab Saudi secara terbuka menyerukan agar para militan yang berperang melawan pemerintah Suriah diberikan senjata-senjata yang canggih, termasuk senjata anti-pesawat.
Seruan ini disampaikan Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala intelijen Saudi yang merupakan saudara laki-laki Menteri Luar Negeri Saudi.
Hal itu dilontarkan anggota senior keluarga kerajaan Saudi tersebut dalam pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss pada Jumat, 25 Januari waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang pangeran juga mengakui bahwa negaranya tengah mempersenjatai para pemberontak Suriah.
"Saya bukan di pemerintahan jadi saya tak harus berdiplomasi. Saya akui kita tengah mengirimkan senjata-senjata dan jika kita tidak mengirimkan senjata, kita akan melakukan kesalahan mengerikan," imbuh al-Faisal.
Suriah telah mengalami konflik sejak Maret 2011 lalu. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), puluhan ribu orang telah tewas selama pergolakan tersebut.
(ita/ita)










































