Sebagian besar dari mereka yang terluka dalam insiden di penjara Uribana tersebut mengalami luka-luka tembak. Demikian disampaikan direktur sebuah rumah sakit, Ruy Medina yang merawat para korban.
Dikatakan Medina seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/1/2013), tingginya korban jiwa ini sangat memprihatinkan. Jumlah tersebut semata-mata didasarkan pada jumlah jenazah yang dibawa ke rumah sakit tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Iris Varela, menteri pemerintah yang bertanggung jawab atas penjara-penjara Venezuela, kerusuhan itu terjadi setelah para tahanan memberontak ketika otoritas penjara melancarkan sweeping di penjara untuk mencari senjata ilegal.
Venezuela dikenal akan buruknya kondisi penjara di negeri itu, terutama karena penjara-penjara tersebut kelebihan kapasitas. Penjara-penjara di negeri Amerika Latin itu dibangun untuk menampung sekitar 14 ribu tahanan. Namun pada kenyataannya, hampir 50 ribu tahanan yang mendekam di penjara-penjara itu.
(ita/ita)











































