Dalam pesan yang diposting di akun Twitter-nya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/1/2013), Morsi menyerukan "warga negara untuk mengingat nilai-nilai revolusi, mengungkapkan pendapat secara bebas dan damai serta menolak kekerasan".
Kementerian Kesehatan Mesir menyatakan, sedikitnya 7 orang tewas dalam aksi protes antipemerintah yang digelar pada Jumat, 25 Januari waktu setempat. Dari jumlah itu, enam orang tewas di kota Suez dan 1 orang tewas di kota Ismailiya. Sementara 456 orang mengalami luka-luka dalam berbagai bentrokan di 12 provinsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Morsi mengatakan, sejumlah polisi termasuk di antara korban tewas. Pemimpin baru Mesir itu pun menyampaikan duka citanya untuk seluruh warga Mesir atas kematian para demonstran dan polisi. Ditegaskan Morsi, otoritas akan memburu para pelaku kekerasan dan mengadili mereka.
Aksi demo antipemerintah juga digelar di Lapangan Tahrir di Kairo, yang menjadi titik utama revolusi 2011. Ribuan demonstran menyerukan slogan-slogan anti-Ikhwanul Muslimin pimpinan Morsi.
"Rakyat menginginkan kejatuhan rezim," seru massa.
Lawan-lawan politik Morsi menuding presiden terpilih Mesir itu gagal melakukan reformasi pasca revolusi yang menumbangkan kekuasaan Mubarak.
(ita/ita)











































