Warga AS Dibui 35 Tahun Atas Serangan Teroris Mumbai

Warga AS Dibui 35 Tahun Atas Serangan Teroris Mumbai

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 25 Jan 2013 16:46 WIB
Warga AS Dibui 35 Tahun Atas Serangan Teroris Mumbai
Ilustrasi
Chicago, - Seorang warga Amerika Serikat divonis penjara 35 tahun atas keterlibatannya dalam serangan teroris di Mumbai, India pada tahun 2008 lalu. Vonis tersebut dijatuhkan oleh pengadilan Chicago, AS pada Kamis, 24 Januari waktu setempat.

Seperti diberitakan CNN, Jumat (25/1/2013), David Headley terbukti bersalah atas perannya dalam serangan Mumbai yang menewaskan 164 orang, termasuk enam warga AS tersebut. Pria berumur 52 tahun itu mengakui melakukan pengintaian awal untuk operasi di India tersebut.

Semula Headley terancam hukuman maksimum penjara seumur hidup. Namun Departemen Kehakiman AS mengusulkan hakim untuk tidak menjatuhkan hukuman seumur hidup dikarenakan sikap kooperatif terdakwa dengan otoritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya kejaksaan juga sepakat untuk tidak menuntut hukuman mati atas terdakwa setelah pengakuan terdakwa atas dakwaan terorisme lainnya. Headley telah menandatangani kesepakatan itu pada tahun 2010 dan berjanji akan bekerja sama dengan otoritas AS.

Jaksa Agung AS Eric Holder saat itu menekankan, terdakwa telah memberikan "banyak informasi intelijen yang berharga mengenai aktivitas teroris."

Headley ditangkap ole agen-agen federal AS pada Oktober 2009 di Chicago. Dia dituduh membantu perencanaan serangan teroris terhadap surat kabar Denmark yang mempublikasi kartun Nabi Muhammad, yang menimbulkan kemarahan umat muslim di seluruh dunia.

Dia kemudian dikaitkan dengan serangan teroris di Mumbai. Headley kemudian bekerja sama dengan otoritas yang menyelidiki kedua kasus terorisme tersebut. Pria yang dilahirkan dengan nama Daood Gilani itu mengganti namanya menjadi David Headley pada 15 Februari 2006 di Philadelphia, AS.

Pemerintah India telah lama menginginkan Headley untuk diadili di negara tersebut atas kasus serangan Mumbai. Namun pemerintah AS telah menegaskan tak akan mengirimkan Headley ke negara manapun.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads