"Membantu secara langsung aksi militer ofensif akan membuat para personel sipil kita di wilayah itu berada dalam bahaya. Saya menanggapi isu ini dengan sangat serius," kata Ban seperti dilansir News.com.au, Rabu (23/1/2013).
Hal tersebut disampaikan Ban dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB pada Selasa, 22 Januari waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prancis pun mengerahkan pasukannya untuk membantu pasukan Mali memerangi para pemberontak Islamis. Dalam operasi gabungan tersebut, kota-kota yang tadinya sempat dikuasai para militan, kini berhasil direbut kembali.
Namun sejumlah oposisi di Prancis menyesalkan intervensi militer di Mali yang dianggap tidak memiliki tujuan jelas tersebut. Pemerintah Prancis pun didesak untuk menjelaskan tujuan perang tersebut.
Menurut sejumlah analis politik, sumber daya alam Mali yang terbengkalai, termasuk cadangan emas dan uranium, diyakini sebagai salah satu alasan di balik intervensi Prancis tersebut.
(ita/nrl)











































