"Jepang untuk sementara akan menutup kedutaan di Mali dikarenakan memburuknya keamanan di negeri tersebut, termasuk di ibukota Bamako. Para staf akan melanjutkan operasi di kedutaan di Prancis," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/1/2013).
Keputusan ini diambil sehari setelah pemerintah Jepang mengumumkan bahwa setidaknya 7 warga negaranya tewas dalam asi penyanderaan di Aljazair. Para militan nmengklaim penyanderaan itu sebagai protes atas intervensi militer Prancis di Mali untuk memerangi para pemberontak Islamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah aksi militer Prancis, situasi di Mali yang sudah tidak stabil menjadi kian memburuk," kata Yokoi kepada para wartawan.
"Di saat tersebut, insiden Aljazair terjadi, yang semakin memperparah situasi. Keputusan (menutup kedutaan) dibuat berdasarkan latar belakang ini," tandasnya.
(ita/nrl)










































