Situasi Mali Memburuk, Kedutaan Jepang Ditutup

Situasi Mali Memburuk, Kedutaan Jepang Ditutup

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 23 Jan 2013 16:55 WIB
Situasi Mali Memburuk, Kedutaan Jepang Ditutup
tentara Prancis (AFP)
Bamako, - Pemerintah Jepang akan menutup kedutaannya di Mali dan mengevakuasi para staf diplomatik. Pemerintah juga mengimbau warganya untuk meninggalkan Mali dikarenakan memburuknya situasi keamanan di negeri Afrika Barat tersebut.

"Jepang untuk sementara akan menutup kedutaan di Mali dikarenakan memburuknya keamanan di negeri tersebut, termasuk di ibukota Bamako. Para staf akan melanjutkan operasi di kedutaan di Prancis," demikian statemen Kementerian Luar Negeri Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/1/2013).

Keputusan ini diambil sehari setelah pemerintah Jepang mengumumkan bahwa setidaknya 7 warga negaranya tewas dalam asi penyanderaan di Aljazair. Para militan nmengklaim penyanderaan itu sebagai protes atas intervensi militer Prancis di Mali untuk memerangi para pemberontak Islamis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang di Tokyo, Yutaka Yokoi, kedutaan akan ditutup pada Rabu waktu setempat dan para staf akan dievakuasi dalam beberapa hari ini. Sebanyak 14 warga Jepang lainnya yang diketahui tinggal di negeri itu juga diimbau untuk angkat kaki.

"Setelah aksi militer Prancis, situasi di Mali yang sudah tidak stabil menjadi kian memburuk," kata Yokoi kepada para wartawan.

"Di saat tersebut, insiden Aljazair terjadi, yang semakin memperparah situasi. Keputusan (menutup kedutaan) dibuat berdasarkan latar belakang ini," tandasnya.

(ita/nrl)


Berita Terkait