Aksi keji tersebut terekam dalam CCTV yang kemudian ditayangkan di sejumlah televisi nasional. Dalam tayangan tersebut, terlihat seekor anjing dalam kondisi terbakar tengah berlari di antara mobil-mobil yang terparkir.
Tayangan tersebut langsung memicu perdebatan publik dan kemarahan masyarakat, terutama melalui situs jejaring sosial. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (23/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi keji ini kemudian memicu kecaman dari kelompok aktivis hewas setempat, Coexistence of Animal Rights on Earth. Kelompok tersebut bahkan menawarkan uang sebesar 3 juta won bagi setiap informasi atas pelaku atau dalang di balik aksi pembakaran anjing tersebut.
"Apapun yang ingin mereka lakukan, apakah mereka ingin membunuhnya, memakannya atau menyiksa anjing tersebut, hal ini tidak bisa ditolerir dengan alasan apapun," tegas kelompok tersebut.
Di Korsel, daging anjing merupakan salah satu hidangan tradisional yang dinikmati warga setempat. Namun seiring berkembangnya zaman, semakin banyak warga Korsel yang menentang hidangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang memalukan Korsel di dunia internasional.
(nvc/ita)











































