"Masih belum ada kabar mengenai 5 warga asing yang dilaporkan hilang," ujar seorang sumber dari pihak keamanan Aljazair, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (23/1/2013).
"Kompleks kilang gas tidak begitu besar jadi kami masih dalam proses mencari jasad korban, terutama para warga asing yang masih hilang," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Aljazair mengklaim, 38 sandera dan 29 militan tewas dalam serangan yang dilakukan sejak pekan lalu ini. Para sandera yang tewas sebagian besar pekerja asing dari sejumlah negara.
Perdana Menteri Aljazair Abdelmalek Sellal tidak menyebutkan lebih lanjut asal negara para pekerja asing yang menjadi korban tewas tersebut. Sellal hanya menyatakan, 7 jasad di antara korban tewas tersebut masih belum diidentifikasi.
Sementara itu, pesawat yang membawa para ahli dari Norwegia telah tiba di Aljazair. Mereka akan membantu otoritas setempat dalam mengidentifikasi para korban tewas. Terlebih, terdapat 5 warga Norwegia yang ikut menjadi korban tewas.
Kilang gas ini terletak sekitar 1.300 km dari ibukota Alger, dekat dengan perbatasan Libya.
(nvc/ita)











































