Sebagai pilot helikopter tempur Apache, Harry mengaku telah membunuh militan-militan Taliban semasa tugasnya di negeri konflik tersebut.
"Ya, begitu pula dengan banyak orang lainnya... Semua orang menembakkan (peluru) dalam jumlah tertentu," ujar Harry ketika ditanyai wartawan apakah dia telah membunuh para militan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ada orang-orang yang mencoba melakukan hal-hal buruk pada orang-orang kami, maka kami akan menghabisi mereka," ujar putra kedua Pangeran Charles dan mendiang Putri Diana itu dalam salah satu wawancara dengan media, sebelum kepulangannya ke Inggris.
Tugas militer Harry di Afghanistan berakhir pada 21 Januari waktu setempat. Sebelumnya, kelompok militan Taliban telah mengancam akan melakukan segala upaya untuk menculik atau membunuh Harry selama bertugas di Afghanistan.
Markas pasukan NATO tempat Harry ditempatkan, diserang militan pada September 2012 lalu. Namun tidak jelas apakah dia menjadi target serangan tersebut. Yang jelas, dua Marinir Amerika Serikat tewas dalam serangan itu.
Dikenal di militer sebagai Kapten Harry Wales, sang Pangeran dikirimkan ke Afghanistan sekitar empat bulan lalu. Atau tak lama setelah foto-foto dirinya yang bugil bersama seorang wanita yang juga bugil di sebuah hotel di Las Vegas, AS muncul di berbagai media dunia.
(ita/nrl)











































