Saat kejadian, pria Kanada tersebut tengah diadili atas kasus kerusakan kecil. Di persidangan hari ini, pria tersebut menembak seorang dokter lokal yang menuntut dirinya.
Dia juga menembak pengacara sang dokter. Setelah itu dia mengarahkan pistolnya ke orang-orang lainnya di ruang sidang di kota Cebu tersebut. Akibatnya, seorang jaksa penuntut umum terluka.
Dalam insiden itu, pelaku yang tidak disebutkan namanya itu, tertembak oleh polisi dan terluka. Namun sejurus kemudian, dia menembak dirinya sendiri dan dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit.
"Kami tengah menyelidiki bagaimana tersangka bisa membawa senjata ke dalam," kata kepala kepolisian wilayah Marcelo Garbo kepada radio lokal, DZBB seperti dilansir AFP, Selasa (22/1/2013).
"Dua orang tewas, sementara dua orang lainnya terluka termasuk pria Kanada itu," imbuhnya.
Garbo tidak menjelaskan lebih rinci mengenai kasus kriminal yang menjerat pria Kanada tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah perdebatan publik mengenai aturan pengetatan kepemilikan senjata api di Filipina. Aturan baru ini mengemuka setelah serangkaian aksi penembakan yang menelan korban jiwa belakangan ini.
(ita/nrl)











































