Morsi mengingatkan, intervensi yang didukung PBB itu bisa memicu konflik regional. "Kami sama sekali tidak menerima intervensi militer di Mali karena itu akan membakar konflik di wilayah tersebut," cetus Morsi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/1/2013).
Hal tersebut disampaikan Morsi dalam pidato pembukaan sebuah KTT ekonomi Arab yang digelar di Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Aljazair mengklaim, 38 sandera dan 29 militan tewas dalam peristiwa tersebut. Para sandera merupakan para pekerja asing dari sejumlah negara.
Kelompok Masked Brigade, yang mengaku mendalangi penyanderaan tersebut, mengklaim keterkaitan mereka dengan jaringan Al-Qaeda. Disebutkan bahwa penyanderaan itu sebagai respons atas intervensi militer Prancis di Mali.
Kelompok tersebut juga mengancam akan melakukan serangan-serangan lainnya terhadap setiap negara yang mendukung intervensi militer Prancis di Mali. Seperti diketahui, pasukan Prancis saat ini tengah dikerahkan ke Mali untuk membantu pasukan Mali memerangi para militan Islamis yang menguasai wilayah Mali utara.
(ita/nrl)











































