Pemilu akan digelar secara nasional di wilayah Israel. Sekitar 5,65 juta warga Israel akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu yang digelar Selasa (22/1) besok. Para pemilih bisa menggunakan hak pilihnya di 10.132 tempat pemungutan suara yang akan dibuka sejak pagi. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2013).
Pemilu kali ini akan menjadi penentu apakah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai kandidat incumbent akan kembali menjabat atau harus lengser. Ada sekitar 34 partai politik, termasuk Likud yang menaungi Netanyahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayangnya, hasil jajak pendapat akhir-akhir ini menunjukkan dukungan terhadap koalisi tersebut tidak mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dalam kampanye terakhirnya, Minggu (20/1) waktu setempat, Netanyahu berusaha meyakinkan pendukung dengan menjanjikan harga rumah murah.
Dalam polling terbaru, diperkirakan koalisi antara sayap kanan dan blok religius akan mampu meraih suara mayoritas hingga 61-67 kursi. Sedangkan koalisi partai kiri-tengah dan partai Arab diperkirakan hanya akan meraih 53-57 kursi.
"Dalam koalisi berikutnya, mungkin akan menyertakan Likud Beitenu, Jewish Home, Shas, United Torah Judaism dan mungkin Yesh Atid juga, sehingga akan terjadi mayoritas untuk pertama kalinya dalam sejarah, terutama bagi para anggota parlemen dari ultra-Orthodox dan kelompok religius," ujar Shalom Yeushalmi dari surat kabar Maariv.
Pemilu besok akan digelar dengan pengaman ketat. Lebih dari 20 ribu polisi disiagakan di tiap-tiap tempat pemungutan suara.
(nvc/ita)










































