Menurut para ekspatriat dan aktivis Uni Emirat Arab seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/1/2013), Anisa Makhluf, ibu kandung Assad telah berada di Dubai selama sekitar 10 hari. Dia tinggal di dekat rumah putrinya, Bushra, satu-satunya saudara perempuan Assad.
Suami Bushra, Jenderal Assef Shawkat, wakil kepala staf militer Suriah, tewas bersama tiga pejabat tinggi Suriah lainnya dalam pengeboman 18 Juli lalu di markas besar Keamanan Nasional di Damaskus, ibukota Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepergian dari Suriah merupakan indikasi lain bahwa Assad telah kehilangan dukungan bahkan dari keluarganya sendiri," cetus Ayman Abdel Nour, seorang analis.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pengusaha dan orang-orang kaya Suriah yang memiliki hubungan erat dengan rezim Assad, juga telah meninggalkan negeri itu untuk menuju Dubai.
Konflik yang terjadi di Suriah telah berlangsung selama 22 bulan. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 60 ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas selama konflik yang terjadi sejak Maret 2011 tersebut. Sekitar 600 ribu orang juga telah meninggalkan Suriah akibat konflik berkepanjangan itu.
(ita/nrl)











































