5 Tersangka Pemerkosa Mahasiswi India Diadili di Pengadilan 'Jalur Cepat'

5 Tersangka Pemerkosa Mahasiswi India Diadili di Pengadilan 'Jalur Cepat'

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 21 Jan 2013 11:49 WIB
5 Tersangka Pemerkosa Mahasiswi India Diadili di Pengadilan Jalur Cepat
New Delhi, - Persidangan lima dari enam tersangka pemerkosaan brutal terhadap mahasiswi India akan digelar hari ini dalam pengadilan khusus "jalur cepat". Pengadilan ini dibentuk untuk mempercepat jalannya proses persidangan kasus menggemparkan ini.

Pemerkosaan mahasiswi berumur 23 tahun tersebut menuai kemarahan publik India yang telah menggelar serangkaian aksi demo. Atas kasus ini, kelima pria tersebut menghadapi dakwaan pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, penculikan dan dakwaan-dakwaan lain.

Jaksa penuntut umum diperkirakan akan menuntut hukuman mati untuk kelima tersangka tersebut. Sementara tersangka keenam, yang mengklaim dirinya berumur 17 tahun, akan diadili dalam pengadilan terpisah khusus remaja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (21/1/2013), persidangan menurut rencana akan dimulai pada hari Senin ini sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Persidangan ini digelar secara cepat untuk menggantikan sistem peradilan India yang dikenal sangat lamban.

Para pengacara tersangka telah mengatakan mereka akan mengajukan penyataan tak bersalah atas kasus ini. Mereka menuding kepolisian telah menyiksa para tersangka yang berumur antara 19 dan 35 tahun itu, untuk mengakui perbuatan mereka.

Namun jaksa penuntut umum menyatakan memiliki bukti-bukti kuat terhadap para tersangka. Jaksa senior Rajiv Mohan bahkan bersumpah akan menuntut hukuman mati untuk para tersangka. "Kami memiliki cukup bukti terhadap semua tersangka," tandasnya.

Mahasiswi kedokteran tersebut diperkosa secara bergiliran dalam sebuah bus yang melaju di New Delhi, ibukota India pada 16 Desember 2012 lalu. Usai diperkosa, korban sempat dianiaya dengan batang besi dan dilemparkan ke jalan raya oleh para pelaku. Korban akhirnya meninggal dunia pada 29 Desember setelah 13 hari berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini