Kementerian Pertahanan Prancis menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/1/2013), total 1.400 tentara Prancis saat ini ditempatkan di Mali. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi 2.500 tentara nantinya.
Pertempuran sengit telah terjadi antara pasukan Prancis dan para pemberontak di kota Diabaly, yang telah dikuasai para militan awal pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada 11 Januari lalu, Prancis melakukan intervensi militer di Mali dengan melancarkan serangan udara terhadap para militan yang mencoba mendekati Bamako, ibukota Mali.
Kekacauan timbul di Mali setelah Presiden Amadou Toumani Toure digulingkan dalam kudeta militer pada Maret 2012. Para pemimpin kudeta menyatakan, aksi kudeta itu dilancarkan sebagai respons atas ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi pemberontakan Tuareg di sebelah utara Mali.
(ita/nrl)










































