"Pesan umum mengenai kewaspadaan telah dikirimkan ke kedutaan-kedutaan kami," kata sumber diplomatik di Kementerian Luar Negeri Prancis seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/1/2013).
Dalam pesan tersebut, kedutaan-kedutaan Prancis juga diminta untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna mendeteksi apakah ada reaksi kebencian terhadap Prancis. Warga negara Prancis juga diimbau untuk menghindari tempat-tempat yang ramai.
Pada Jumat, 11 Januari lalu, Prancis melancarkan serangan udara di Mali guna menghentikan para pemberontak Islamis yang terus bergerak mendekati ibukota Mali, Bamako. Sebanyak 750 tentara Prancis juga telah dikirimkan untuk membantu pasukan Mali melawan para pemberontak, yang telah menguasai wilayah Mali utara sejak April 2012 lalu.
Sementara itu, konsulat jenderal Prancis di Mesir menyatakan, kedutaan Mesir di Kairo telah meminta otoritas Mesir untuk memastikan keamanan kepentingan Prancis di negeri itu. Hal ini disampaikan setelah muncul seruan untuk menggelar aksi protes atas intervensi militer Prancis di Mali.
"Sebagai respons atas intervensi ini, berbagai kelompok ekstremis secara terbuka telah menyampaikan ancaman-ancaman terhadap kepentingan Prancis, khususnya di negara-negara Arab," demikian statemen konsulat jenderal Prancis di Mesir.
(ita/nrl)











































