Pertama di AS, New York Terapkan Pembatasan Kepemilikan Senjata Api

Pertama di AS, New York Terapkan Pembatasan Kepemilikan Senjata Api

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Jan 2013 10:53 WIB
Pertama di AS, New York Terapkan Pembatasan Kepemilikan Senjata Api
Ilustrasi
New York - Pemerintah negara bagian New York, Amerika Serikat (AS) meloloskan aturan yang membatasi kepemilikan senjata api di wilayahnya. Dengan demikian, New York menjadi negara bagian pertama di AS yang memiliki aturan baru soal kepemilikan senjata api.

Para anggota parlemen negara bagian New York telah melakukan voting untuk menentukan apakah aturan tersebut akan diterapkan atau tidak. Hasil voting pada Selasa (15/1) tersebut, menunjukkan suara mayoritas 104 melawan 43, yang berarti lebih banyak yang mendukung aturan tersebut.

Aturan tersebut terlebih dahulu diloloskan oleh anggota parlemen dari majelis tinggi pada Senin (14/1), dengan perolehan voting 43 suara mendukung dan 18 suara menolak. Atas keputusan ini, Gubernur New York Andrew Cuomo yang selama ini gencar mengkampanyekan aturan ini, sangat menyambut baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat bangga menjadi warga New York saat ini," ujar Gubernur Cuomo beberapa saat usai menandatangani aturan baru tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (16/1/2013).

Aturan baru yang diberi nama NY Secure Ammunition and Firearms Enforcement Act atau disingkat NY SAFE ini menutup sejumlah celah yang selama ini muncul dari penjualan dan kepemilikan senjata api. Selain melarang secara penuh penjualan senapan militer, aturan ini juga membatasi pembelian jumlah peluru dari yang tadinya 10 buah menjadi hanya 7 buah saja.

"Tidak ada yang memerlukan senapan militer untuk berburu. Tidak seorangpun membutuhkan 10 peluru hanya untuk berburu rusa. Akhiri kegilaan ini," tegas Cuomo.

Aturan tersebut juga memperluas dan memperpanjang persyaratan dan pemeriksaan latar belakang setiap pembeli senjata, termasuk pembelian secara pribadi. Selain untuk membatasi kepemilikan, aturan ini juga dimaksudkan untuk mencegah orang-orang yang tidak layak atau orang-orang yang menderita gangguan mental untuk memiliki akses ke senjata api.

"Saya pikir pesan dari aturan ini sudah sangat jelas, terutama paca insiden Newtown. Ini darurat," ucap Ketua Parlemen Negara Bagian New York Sheldon Silver.

Secara terpisah, Walikota New York City Michael Bloomberg juga menyambut baik aturan baru ini. Bloomberg yang selama ini dikenal sebagai kritikus tajam soal aturan kepemilikan senjata api, memuji hasil voting tersebut.

"Sangat mungkin untuk bertindak cepat -- dan bagi para bipartisan -- untuk memberlakukan aturan pembatasan kepemilikan senjata yang akan membuat masyarakat kita lebih aman," tuturnya.

Aturan pembatasan kepemilikan senjata ini dipicu oleh perdebatan nasional pasca tragedi penembakan di SD Sandy Hook, Newtown, Connecticut pada 14 Desember lalu, yang menewaskan 20 anak-anak serta 6 guru dan staf. Tragedi tersebut seakan membuka mata banyak warga AS soal betapa berbahayanya legalitas kepemilikan senjata api di Negeri Paman Sam tersebut.

Pada Rabu (16/1) waktu setempat, Presiden Barack Obama dijadwalkan akan memberikan pernyataan kepada publik mengenai pandangan dan proposal pribadinya atas polemik kepemilikan senjata.

(nvc/ita)


Berita Terkait