Kereta yang membawa tentara wajib militer tersebut tengah melaju dari wilayah selatan Mesir menuju kamp militer di Kairo. Tiba-tiba, dua gerbong kereta tersebut keluar dari rel dan anjlok. Seperti dilansir AFP, Selasa (15/1/2013), insiden ini terjadi Selasa (15/1) dini hari, tepat setelah wilayah Badrasheen, Giza.
Pejabat kementerian kesehatan Mesir menuturkan, lebih dari 60 ambulans dikirimkan ke lokasi kejadian. Para petugas penyelamat terus berjibaku mencari korban selamat maupun mengevakuasi korban tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pejabat tersebut, para korban luka kini telah dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan medis.
Insiden ini merupakan insiden terbaru yang terjadi di Mesir dan semakin menyoroti buruknya sistem transportasi di Mesir. Yang cukup memprihatinkan, insiden ini terjadi tepat dua minggu setelah Menteri Tranportasi yang baru dilantik.
Pada November 2012 lalu, sebanyak 50 anak sekolah tewas dalam kecelakaan bus di pusat kota Mesir. Kecelakaan ini terjadi antara bus dengan kereta. Belakangan diketahui, penyebabnya adalah petugas operator sinyal kereta tertidur dan tidak menyalakan rambu-rambu penanda kereta akan melintas.
Buruknya manajemen dan perawatan sejumlah rel dan kereta di Mesir disebut-sebut turut menjadi pemicu cukup seringnya kecelakaan kereta di Mesir. Kecelakaan paling parah terjadi pada tahun 2002 lalu, saat sebuah kereta terbakar dan menewaskan lebih dari 360 penumpangnya.
(nvc/ita)











































