Prancis Harapkan Bantuan AS dalam Operasi Militer di Mali

Prancis Harapkan Bantuan AS dalam Operasi Militer di Mali

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Jan 2013 13:56 WIB
Prancis Harapkan Bantuan AS dalam Operasi Militer di Mali
Ilustrasi (Reuters)
Bamako - Prancis mendorong Amerika Serikat (AS) untuk turut menerjunkan militernya ke wilayah Afrika. Hal ini dalam rangka memberantas kelompok separatis di Mali.

Tidak seperti Prancis yang mengerahkan jet tempurnya, pihak AS sama sekali tidak mengirimkan bantuan militer maupun logistik ke Mali hingga kini. Namun diketahui bahwa pemerintah AS terus bekerja sama dengan ECOWAS (Economic Community Of West African States) untuk mempercepat penerjunan tentara perdamaian di Mali.

Sedangkan pemerintah sementara Mali terus bekerja sama dengan Prancis dalam menghentikan serbuan kelompok separatis ke wilayah Ibukota Bamako. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (15/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang mengkhawatirkan, pasukan separatis berhasil mengambil alih salah satu kota di wilayah selatan Mali. Tidak hanya itu, mereka juga bersumpah akan melakukan serangan balasan di tanah air Prancis, karena marah atas serangan udara Prancis di wilayah mereka.

Pejabat pemerintahan AS mengakui adanya permintaan bantuan dari Prancis yang kini tengah menjalankan operasi militer di Mali. Menurut pejabat tersebut, Prancis telah meminta AS mengirimkan sejumlah pesawat mata-mata, termasuk pesawat tanpa awak dan pesawat pengisi bahan bakar.

Kemudian juga pesawat kargo yang mampu mengangkut tentara dan sejumlah pearalatan militer. Pejabat tersebut menyatakan, belum ada keputusan resmi dari pemerintah AS atas permintaan tersebut. Kendati demikian, lanjutnya, AS tengah mempersiapkan sejumlah bantuan logistik untuk Mali.

"Mereka meminta bantuan untuk mengerahkan tentara Prancis ke Afrika," jelas pejabat dari departemen pertahanan AS yang enggan disebut namanya tersebut.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland menyatakan, pihaknya kini tengah fokus pada kerjasamanya dengan ECOWAS dalam penerjunan militer gabungan di Mali. Sedangkan mengenai permintaan Prancis, Nuland menuturkan, bahwa menurut UU yang berlaku, AS tidak diperbolehkan memberi bantuan langsung ke Mali hingga demokrasi benar-benar terbentuk kembali di negara Afrika Barat tersebut.

"Kami sedang dalam upaya bersama untuk menciptakan keamanan, dengan mendorong seluruh pihak di Mali untuk berkomitmen dan mulai bersiap menghadapi pemilu yang dijadwalkan pada April tahun ini," ucap Nuland.

Nuland pun menekankan, AS dan Prancis yang merupakan sekutu dekat akan selalu bekerja bersama dalam mengembalikan demokrasi di Mali.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads