"Saya memastikan hal itu (penutupan perbatasan)," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Aljazair, Amar Belani kepada AFP, Selasa 915/1/2013).
"Kami telah memberitahu pihak pemerintah Mali atas keputusan penutupan perbatasan ini, yang memang telah diamankan sejak pecahnya konflik di Mali," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aljazair selalu termotivasi oleh keinginan untuk membantu negara tetangganya mengatasi masa-masa sulit yang mereka hadapi, demi menemukan solusi yang bertahan lama bagi krisis yang terjadi dan melakukan manajemen transisi secara damai," jelas Belani.
"Sejak krisis Mali dimulai, solidaritas ini berujung pada bantuan finansial dan kemanusiaan dan dukungan bagi militer Mali demi memperkuat kemampuan mereka untuk memerangi terorisme dan kejahatan terorganisir," imbuhnya.
Selama ini, Aljazair berbagi wilayah perbatasan berupa gurun pasir seluas 2.000 kilometer dengan Mali. Aljazair selalu memberikan bantuan solusi politik bagi negara tetangganya tersebut, yang selalu bermasalah dengan kelompok separatis yang berusaha mengambil alih ibukota Bamako.
(nvc/ita)











































