Mereka terdiri dari 71 pria dan 85 wanita dan anak-anak. Mereka ditemukan di sebuah perkebunan karet di Provinsi Songkhla. Ini terjadi empat hari setelah sekitar 400 warga Rohingya ditemukan dalam operasi lain di provinsi tersebut.
"Mereka akan diperlakukan sesuai hukum sebagai imigran ilegal dan akan dideportasi," kata pejabat kepolisian setempat, Kolonel Krisakorn Pleetanyawong seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (14/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok-kelompok HAM telah mengecam pemerintah Thailand karena tidak menolong para imigran Rohingya yang tiba di wilayahnya. Thailand malah mengusir mereka kembali ke Myanmar ataupun ke negara-negara tetangga termasuk Malaysia.
Bentrokan antara warga Buddha dan muslim Rohingya telah menewaskan setidaknya 180 orang di Rakhine sejak Juni 2012 lalu. Lebih dari 110 ribu orang lainnya, sebagian besar warga Rohingya, kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah Myanmar menganggap Rohingya di Rakhine sebagai imigran ilegal asal Bangladesh. Pemerintah Myanmar sejak lama tidak mengakui Rohingya sebagai warga negara. Oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rohingya dianggap sebagai salah satu minoritas paling teraniaya di dunia.
(ita/nrl)











































