"Prancis telah menyerang Islam. Kami akan menyerang balik di pusat wilayah Prancis," ujar pemimpin gerakan separatis Movement for Oneness and Jihad in West Africa (MUJAO), Abou Dardar seperti dilansir Times Live, Senin (14/1/2013).
MUJAO juga diketahui sebagai salah satu cabang jaringan militan Al Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM). Ketika ditanya lebih lanjut akan melakukan serangan balasan di mana saja, Dardar menjawab: "Di mana saja. Di Bamako (ibukota Mali), di Afrika dan di Eropa."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Dardar juga sempat menyebutkan akan membuat perhitungan terhadap 8 warga Prancis yang menjadi sandera di wilayah Sahel. "Kami akan membuat pernyataan soal para sandera hari ini. Mulai hari ini, semua mujahiddin bersama-sama," tegasnya.
Demi membantu tentara Mali melawan para separatis Islamis, Prancis mengerahkan militernya dan juga menerbangkan jet tempurnya dalam sebuah operasi militer. Prancis menyatakan operasi militer itu dilakukan atas permintaan Presiden Mali Dioncounda Traore.
Pada Minggu (13/1) waktu setempat, pesawat tempur Prancis menyerang persembunyian para separatis di wilayah Gao dan Kidal yang ada di Mali bagian utara. Serangan tersebut mampu memukul mundur kelompok separatis, yang sebelumnya sempat mendekat ke wilayah ibukota Bamako. Dilaporkan, sebanyak 60 anggota kelompok separatis tewas dalam serangan di Gao.
(nvc/ita)











































