Insiden ini terjadi di wilayah Xiahe, Provinsi Gansu, China atau yang juga disebut wilayah Sangchu. Pria bermarga Tsebe atau Tseba ini membakar dirinya pada Sabtu (12/1) siang.
Insiden ini merupakan yang pertama kali terjadi pada tahun 2013 ini. Insiden serupa terakhir kali terjadi pada 9 Desember 2012 lalu. Demikian disampaikan organisasi kemanusiaan Free Tibet dan Radio Free Asia (RFA) yang berbasis di Amerika Serikat (AS), seperti dilansir Channel News Asia, Senin (14/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RFA menuturkan, sebelum membakar diri, korban menyerukan agar Dalai Lama diperbolehkan kembali ke Tibet. Hingga saat ini, Dalai Lama masih berada dalam pengasingan di kota Dharamshala, India.
Terhadap insiden ini, kepolisian dan pemerintah setempat enggan memberikan tanggapan.
Direktur Free Tibet, Stephanie Brigden menyebut aksi bakar diri terbaru ini justru semakin menunjukkan bahwa penolakan warga Tibet terhadap pemerintah China semakin lama, semakin kuat. "Pemerintah baru China dan komunitas internasional seharusnya tidak membiarkan tuntutan warga atas kebebasan terus diabaikan. Tahun 2013 haruslah menjadi tahun di mana perubahan positif terjadi di Tibet," imbuhnya.
RFA mencatat, terdapat 96 warga Tibet, yang sebagian besar biksu dan biarawan, melakukan aksi bakar diri sejak unjuk rasa menentang pemerintah China pecah pada Februari 2009 lalu.
(nvc/ita)











































