Bocah malang ini dilaporkan menghilang pada hari Sabtu (12/1) waktu setempat, ketika tengah asyik bermain sendirian di perkebunan tebu dekat rumahnya di distrik Mahottari, yang dekat dengan perbatasan India. Keesokan paginya, sejumlah warga setempat menemukan bocah ini sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Kondisi jasad bocah ini sangat mengenaskan. Menurut warga yang menemukannya, hanya bagian kepala si anak yang masih utuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sisa-sisa jasad bocah tersebut terlihat serupa dengan sisa-sisa bangkai kambing yang dimangsa serigala. Binatang buas tersebut memangsa hampir seluruh bagian tubuh dan hanya tersisa kerangka di bagian dada dan tulang bagian kaki. Mengingat adanya perkebunan tebu di dekat desa tersebut, kami menduga bahwa binatang buas yang telah membunuh bocah tersebut merupakan serigala yang sama," imbuhnya.
Wilayah Nepal, terutama di bagian selatan, memang banyak dihuni oleh kawanan serigala yang berasal Pegunungan Himalaya. Serigala yang berukuran lebih kecil dari serigala umumnya ini seringkali membawa virus rabies. Mereka bersembunyi di dalam lubang-lubang di bukit yang ada di pinggiran desa setempat.
Biasanya, binatang ini sering mengais sampah warga atau kadang memangsa tikus, reptil, serangga, hingga makan buah-buahan. Sesekali, jika sangat lapar, binatang buas ini memangsa unggas, kambing atau domba milik warga setempat.
Serangan terhadap manusia sebenarnya tergolong jarang terjadi. Namun kasus semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di Nepal. Pada Juli 2012 lalu, seorang bayi berusia 3 bulan diserang hingga tewas oleh seekor serigala dan mayatnya ditemukan tergeletak di lahan sawah setempat.
(nvc/ita)











































