"Ketika kapal mendekati dermaga, kapten menemukan bahwa kendali mundur pada kapal tidak berfungsi dan mengantisipasinya," ujar pejabat Badan Keselamatan Transportasi Nasional, Robert Sumwalt seperti dilansir AFP, Jumat (11/1/2013).
Badan Keselamatan Transportasi Nasional merupakan pihak yang melakukan penyelidikan langsung terhadap insiden yang terjadi pada Rabu (9/1) pagi waktu setempat ini. Kecelakaan ini melukai sekitar 74 orang penumpang kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Sumwalt menjelaskan, si kapten kapal yang berusia 36 tahun ini memiliki 12 tahun pengalaman sebagai juru mudi kapal feri. Hasil tes terhadapnya dan juga para awak kapal menunjukkan tidak adanya konsumsi alkohol saat kejadian.
Insiden ini terjadi di dermaga 11 yang berada di East River, Manhattan, tidak jauh dari Wall Street, New York City, pada Rabu (9/1) pagi waktu setempat. Total ada 326 penumpang dan 5 awak di dalam kapal tersebut saat kejadian. Kapal feri tersebut berlayar dari New Jersey menuju ke Manhattan, New York.
Sejumlah saksi mata menceritakan, bahwa kapal feri tersebut mendekati dermaga dalam kecepatan tinggi. Terlihat kerusakan cukup besar pada bagian kanan lambung kapal. Beberapa penumpang kapal yang berhasil selamat juga menuturkan, kapal masih bergerak dalam kecepatan penuh saat mendekati dermaga sebelum akhirnya bagian kanan lambung kapal benar-benar menabrak dermaga.
Setiap harinya, puluhan kapal feri membawa ribuan penumpang bolak-balik dari New Jersey atau Brooklyn ke Manhattan. Kecelakan semacam ini tergolong jarang terjadi. Kecelakaan yang paling parah terjadi pada Oktober 2003 lalu, saat sebuah kapal feri dari Staten Island menabrak dermaga dengan kecepatan penuh. Insiden tersebut menewaskan 11 orang dan melukai 70 orang lainnya.
(nvc/mad)











































