"Alam yang membebaskan mereka," ujar Walikota Inukjuak, Peter Inukpuk, kepada AFP, Jumat (11/1/2013). Kota Inukjuak berjarak sekitar 30 km dari lokasi paus-paus tersebut terjebak.
Lebih lanjut, Peter Inukpuk menuturkan, keberadaan bulan purnama semalaman mempengaruhi gelombang laut dan es-es yang menutupi permukaan laut perlahan bergerak terbawa arus. Hal ini secara tidak langsung membuka 'jalan' bagi paus-paus yang terjebak selama 2 hari tersebut ke laut lepas. Kini, 11 ekor paus pembunuh (sebelumnya disebut 12 ekor) yang terdiri atas 2 paus dewasa dan 9 paus kecil telah berenang ke laut lepas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar-benar berita baik, berita baik bagi paus-paus tersebut," tutur Palliser seperti dilansir Sky News.
Namun karena sejumlah warga setempat masih khawatir, mereka pun menyewa sebuah pesawat kecil untuk memantau pergerakan kawanan paus tersebut dari udara. Yang mengharukan, biaya sewa pesawat tersebut ditanggung bersama-sama oleh ribuan penduduk setempat yang sangat peduli terhadap keselamatan paus-paus tersebut.
"Meskipun mereka sering mengganggu, meskipun mereka memangsa paus lain dan anjing laut. Mereka seperti manusia, mereka mamalia - yang memiliki kehidupan. Mereka tidak boleh menderita," ujar pejabat kota Inukjuak Johnny Williams mewakili warga.
Sejak 2 hari lalu, paus-paus tersebut terjebak di dalam es dan terancam mati karena kesulitan bernapas. Paus-paus tersebu terpaksa bergiliran untuk mengambil napas melalui sebuah lubang yang tidak begitu besar yang ada di permukaan laut yang membeku. Mereka bergerombol di dekat lubang, dan satu per satu mengeluarkan kepalanya ke permukaan untuk mengambil oksigen.
Warga khawatir karena lubang udara tersebut semakin lama semakin menyusut ukurannya. Awalnya, warga setempat berniat memperbesar lubang es tersebut dengan gergaji dan bor. Namun ternyata, paus-paus tersebut berhasil membebaskan dirinya sendiri.
Para ahli paus menyatakan, insiden paus terjebak di dalam lautan yang membeku tergolong jarang terjadi. Kondisi semacam ini, menurut para ahli, seringkali berujung pada kematian si paus.
(nvc/nrl)











































