"Kekerasan bukanlah solusi yang tepat bagi kedua negara," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland seperti dilansir AFP, Kamis (10/1/2013).
"Kami menyarankan kedua negara untuk menurunkan ketegangan, bekerja bersama mencari solusi masalah ini, melanjutkan konsultasi antara kedua pihak dalam level yang lebih tinggi yang kami yakini masih berlangsung sekarang," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada Selasa (8/1), giliran tentara India yang menuding tentara Pakistan membunuh 2 tentaranya dengan cara yang keji. Dalam insiden tersebut, India menuding tentara Pakistan dengan sengaja menyergap patroli militer India yang dilakukan di dalam wilayah India sendiri. Pakistan juga dengan tegas telah membantah tudingan tersebut.
Pakistan bahkan mendorong PBB untuk melakukan penyelidikan langsung demi membuktikan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan kekerasan seperti yang ditudingkan tentara India.
Menurut Nuland, AS melalui kedutaannya yang ada di kedua negara berupaya untuk meredakan ketegangan ini. AS bahkan terus mendorong pemerintah kedua negara untuk melakukan perundingan dengan baik-baik membahas persoalan ini.
"Jika keduanya bisa menyelesaikannya sendiri, tentu akan sangat baik. Jika kedua pihak menginginkan dukungan dari PBB, tentu kami akan mendukung keputusan tersebut," terang Nulland.
Pertikaian kedua negara ini sebenarnya masih terkait dengan sengketa wilayah Kashmir yang berada di kawasan pegunungan Himalaya. Kini, wilayah Kashmir secara tidak langsung terbagi menjadi dua, yakni yang berada di bawah kedaulatan India dan yang berada di bawah kedaulatan Pakistan. Gencatan senjata sempat dilakukan sejak tahun 2003, namun perlahan-lahan kesepakatan tersebut dilanggar oleh kedua pihak. Konflik di wilayah sengketa tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini.
(nvc/fdn)











































