AS Dorong India & Pakistan Redakan Ketegangan

AS Dorong India & Pakistan Redakan Ketegangan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 10 Jan 2013 09:38 WIB
AS Dorong India & Pakistan Redakan Ketegangan
Ilustrasi (AFP)
Washington - Perseteruan antara India dan Pakistan mengundang tanggapan dari pemerintah Amerika Serikat (AS). AS meminta kedua negara untuk meredakan ketegangan dan menghentikan aksi kekerasan yang terjadi di Kashmir sejak Minggu (6/1) kemarin.

"Kekerasan bukanlah solusi yang tepat bagi kedua negara," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland seperti dilansir AFP, Kamis (10/1/2013).

"Kami menyarankan kedua negara untuk menurunkan ketegangan, bekerja bersama mencari solusi masalah ini, melanjutkan konsultasi antara kedua pihak dalam level yang lebih tinggi yang kami yakini masih berlangsung sekarang," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan antara India dan Pakistan ini berawal pada Minggu (6/1) kemarin, saat tentara Pakistan menuding tentara India melanggar wilayah perbatasan di Kashmir dan menyergap pos keamanan hingga menewaskan seorang tentara Pakistan dan melukai seorang tentara lainnya. Tudingan tersebut langsung dibantah oleh pihak India.

Kemudian pada Selasa (8/1), giliran tentara India yang menuding tentara Pakistan membunuh 2 tentaranya dengan cara yang keji. Dalam insiden tersebut, India menuding tentara Pakistan dengan sengaja menyergap patroli militer India yang dilakukan di dalam wilayah India sendiri. Pakistan juga dengan tegas telah membantah tudingan tersebut.

Pakistan bahkan mendorong PBB untuk melakukan penyelidikan langsung demi membuktikan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan kekerasan seperti yang ditudingkan tentara India.

Menurut Nuland, AS melalui kedutaannya yang ada di kedua negara berupaya untuk meredakan ketegangan ini. AS bahkan terus mendorong pemerintah kedua negara untuk melakukan perundingan dengan baik-baik membahas persoalan ini.

"Jika keduanya bisa menyelesaikannya sendiri, tentu akan sangat baik. Jika kedua pihak menginginkan dukungan dari PBB, tentu kami akan mendukung keputusan tersebut," terang Nulland.

Pertikaian kedua negara ini sebenarnya masih terkait dengan sengketa wilayah Kashmir yang berada di kawasan pegunungan Himalaya. Kini, wilayah Kashmir secara tidak langsung terbagi menjadi dua, yakni yang berada di bawah kedaulatan India dan yang berada di bawah kedaulatan Pakistan. Gencatan senjata sempat dilakukan sejak tahun 2003, namun perlahan-lahan kesepakatan tersebut dilanggar oleh kedua pihak. Konflik di wilayah sengketa tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini.

(nvc/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads