Cuaca Buruk Tewaskan 2 Orang Wanita di Tepi Barat

Cuaca Buruk Tewaskan 2 Orang Wanita di Tepi Barat

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Jan 2013 17:54 WIB
Cuaca Buruk Tewaskan 2 Orang Wanita di Tepi Barat
Salju mulai turun di Ramallah (imemc.org)
Tepi Barat - Cuaca buruk yang melanda Israel ternyata merambah hingga ke wilayah Tepi Barat dan wilayah Palestina lainnya. Dilaporkan 2 orang wanita tewas terseret arus banjir yang dipicu oleh cuaca buruk di wilayah Tepi Barat.

Wilayah Israel dan wilayah Palestina sama-sama diguyur hujan deras dan angin kencang sejak Minggu (6/1) kemarin. Hujan deras ini memicu banjir di sejumlah wilayah.

Cuaca buruk ini pun memakan korban jiwa. Dilansir AFP, Rabu (9/1/2013), dua orang wanita ditemukan tewas di dalam mobil, yang disebut-sebut sebagai taksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taksi tersebut terseret arus banjir dan dilaporkan menghilang sejak Selasa (8/1) malam. Penumpang ketiga yang berada di dalam taksi, diduga sang sopir, selamat namun kini dirawat di rumah sakit dengan kondisi serius.

Sementara itu, salju dilaporkan telah mulai turun di kota Ramallah, Tepi Barat. Sedangkan wilayah Yerusalem diperkirakan akan menghadapi hujan salju pada Rabu (9/1) malam berlanjut hingga Kamis (10/1) besok waktu setempat.

Otoritas setempat bahkan mengumumkan penutupan sejumlah sekolah demi mengantisipasi cuaca yang semakin memburuk. Traktor kecil disiagakan di sejumlah lokasi untuk membersihkan salju yang mulai mengganggu jalan.

Secara terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, dirinya menggelar rapat terbatas dengan Menteri Keamanan Publik dan Kepala Kepolisian Israel untuk mengevaluasi situasi yang ditimbulkan oleh cuaca buruk.

Pada Selasa (8/1) kemarin, sejumlah ruas jalan di ibukota Tel Aviv ditutup akibat sungai Ayalon nyaris meluap. Penutupan ini berdampak pada kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Hujan deras yang melanda Israel dan Palestina juga memicu banjir di sejumlah ruas jalan dekat pemukiman warga setempat.

Badan Meteorologi Israel memperkirakan musim dingin kali ini yang melanda negara Yahudi tersebut, merupakan yang terparah selama satu dekade terakhir.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads