Wilayah Israel dan wilayah Palestina sama-sama diguyur hujan deras dan angin kencang sejak Minggu (6/1) kemarin. Hujan deras ini memicu banjir di sejumlah wilayah.
Cuaca buruk ini pun memakan korban jiwa. Dilansir AFP, Rabu (9/1/2013), dua orang wanita ditemukan tewas di dalam mobil, yang disebut-sebut sebagai taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, salju dilaporkan telah mulai turun di kota Ramallah, Tepi Barat. Sedangkan wilayah Yerusalem diperkirakan akan menghadapi hujan salju pada Rabu (9/1) malam berlanjut hingga Kamis (10/1) besok waktu setempat.
Otoritas setempat bahkan mengumumkan penutupan sejumlah sekolah demi mengantisipasi cuaca yang semakin memburuk. Traktor kecil disiagakan di sejumlah lokasi untuk membersihkan salju yang mulai mengganggu jalan.
Secara terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, dirinya menggelar rapat terbatas dengan Menteri Keamanan Publik dan Kepala Kepolisian Israel untuk mengevaluasi situasi yang ditimbulkan oleh cuaca buruk.
Pada Selasa (8/1) kemarin, sejumlah ruas jalan di ibukota Tel Aviv ditutup akibat sungai Ayalon nyaris meluap. Penutupan ini berdampak pada kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Hujan deras yang melanda Israel dan Palestina juga memicu banjir di sejumlah ruas jalan dekat pemukiman warga setempat.
Badan Meteorologi Israel memperkirakan musim dingin kali ini yang melanda negara Yahudi tersebut, merupakan yang terparah selama satu dekade terakhir.
(nvc/nrl)











































