Serangan Udara Tentara Suriah Tewaskan 4 Anak Kakak-Beradik

Serangan Udara Tentara Suriah Tewaskan 4 Anak Kakak-Beradik

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Jan 2013 16:28 WIB
Serangan Udara Tentara Suriah Tewaskan 4 Anak Kakak-Beradik
Ilustrasi
Damaskus - Aksi kekerasan di Suriah masih berlanjut dan kembali memakan korban jiwa. Kali ini, serangan udara militer Suriah menewaskan 10 warga sipil di Kota Homs, termasuk 4 anak-anak yang merupakan kakak-adik.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/1/2013), militer Suriah membombardir Desa Jabab Hamad, Homs. Menurut Syrian Observatory for Human Rights, serangan di wilayah tersebut menewaskan empat orang anak yang berusia 7 tahun, 12 tahun, 14 tahun, dan 16 tahun. Keempatnya diketahui berasal dari satu keluarga.

Serangan juga dilancarkan militer Suriah di sejumlah wilayah di Provinsi Aleppo, seperti Menagh, Kwiyres, Nayrab yang dikuasai oleh tentara pemberontak. Di Provinsi Idlib, tentara Suriah membombardir kota Maaret al-Numan yang merupakan wilayah strategis yang berniat direbut kembali oleh militer Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Observatory, serangan-serangan di wilayah pinggiran Damaskus tersebut gencar dilakukan oleh militer Suriah demi merebut kembali sejumlah wilayah yang kini dikuasai pemberontak.

Untuk hari Selasa (8/1) kemarin, Observatory mencatat berbagai serangan di sejumlah wilayah Suriah menewaskan sedikitnya 58 orang. Hingga saat ini, PBB mencatat, krisis Suriah yang sudah berlangsung selama 21 bulan ini telah merenggut lebih dari 60 ribu nyawa.

Yang terbaru, Presiden Assad menyampaikan pidato pertamanya dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh televisi nasional Suriah pada Minggu (6/1) kemarin, Assad menawarkan 'solusi' yang menurutnya bisa mengakhiri konflik di Suriah. Solusi tersebut mencakup penyeruan penghentian kekerasan, dialog dengan kelompok oposisi yang bisa diterima, dan bersumpah untuk memberantas kelompok-kelompok yang disebutnya sebagai 'teroris' dan penyokong asing mereka.

Namun, kelompok oposisi dan negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS) dengan segera menolak tawaran tersebut. Mereka bahkan menyebut tawaran Assad tersebut hanya dimaksudkan untuk memperkuat kekuasaannya atas Suriah. Bahkan Presiden Mesir Mohamed Morsi mendukung desakan rakyat Suriah agar Presiden Suriah Bashar al-Assad diadili atas kejahatan perang. Hanya Iran yang terang-terangan mendukung tawaran Assad untuk mengakhiri krisis Suriah.

(nvc/nrl)


Berita Terkait