Menteri Luar Negeri India Salman Khurshid menyebut aksi tersebut sangat tidak berperikemanusiaan dan tidak bisa diterima. Dia pun memanggil Komisioner Tinggi Pakistan Salman Bashir yang merupakan utusan Pakistan di India.
"Utusan Pakistan telah dipanggil untuk bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Syed Akbaruddin, kepada AFP, Rabu (9/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, jasad kedua tentara tersebut telah dibawa ke rumah sakit militer di Rajouri, India bagian utara, untuk diautopsi post-mortem. Menurut juru bicara militer India, Rajesh Kalia, autopsi ini penting untuk mengetahui penyebab kematian mereka.
"Militer Pakistan benar-benar sangat provokatif. Cara mereka memperlakukan jasad tentara, apalagi tentara India, sangat tidak manusiawi," ucap Menteri Pertahanan India, A.K Antony kepada wartawan setempat.
Secara terpisah, pihak militer Pakistan memberikan bantahan atas tudingan India bahwa pihaknya melakukan tindakan provokasi. Pakistan justru balik menuding India sengaja melakukan 'propaganda' demi mengalihkan perhatian dari penyergapan yang mereka lakukan di pos keamanan Pakistan pada Minggu (6/1) kemarin.
Kemarin (7/1), militer Pakistan menuding tentara India dengan sengaja melanggar wilayah perbatasan atau yang disebut Line of Control di sektor wilayah Haji Pir, atau sekitar 80 km dari Islamabad. Selain melanggar, tentara India juga dengan sengaja menyerang dan mengacak-acak salah satu pos keamanan di wilayah tersebut. Serangan tersebut menewaskan seorang tentara Pakistan dan melukai seorang tentara lainnya.
Pertikaian kedua negara tersebut terkait dengan sengketa wilayah Kashmir yang berada di kawasan pegunungan Himalaya. Kini, wilayah Kashmir secara tidak langsung terbagi menjadi dua, yakni yang berada di bawah kedaulatan India dan yang berada di bawah kedaulatan Pakistan. Gencatan senjata sempat dilakukan sejak tahun 2003, namun perlahan-lahan kesepakatan tersebut dilanggar oleh kedua pihak. Konflik di wilayah sengketa tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini.
(nvc/nrl)











































