Kim Tae-Chon meninggal di sebuah rumah sakit di Seoul pada Sabtu, 5 Januari lalu akibat serangan jantung. Pria berusia 64 tahun itu merupakan figur besar dalam dunia kejahatan terorganisir pada era tahun 1970-an dan 1980-an silam.
Sekitar 300 orang menghadiri seremoni yang digelar hari Selasa ini. Seremoni ini diawasi oleh sekitar 150 polisi antihuru-hara.
"Kami mengerahkan unit-unit untuk bersiap atas setiap insiden mendadak di rumah sakit, di mana banyak pasien dan pengunjung lain yang tidak terkait pemakaman ini," kata juru bicara kepolisian kepada kantor berita AFP, Selasa (8/1/2013).
Kim dikenal karena mempersenjatai anggota gengnya dengan pisau sushi yang panjang dan sangat tajam. Dia terbukti bersalah atas dakwaan mendalangi penikaman brutal seorang manajer kelab malam pada tahun 1986. Kim pun divonis penjara 10 tahun, namun kemudian dia mendapat penangguhan penahanan setelah didiagnosa menderita kanker paru-paru.
Pada tahun 1992, Kim kembali divonis 10 tahun penjara atas dakwaan mendirikan sindikat kriminalnya yang diberi nama geng "Beomseobangpa".
Kemudian setelah bebas dari penjara, Kim tampaknya telah meninggalkan kehidupan geng kriminalnya. Dia mulai berkhotbah tentang ajakan bagi kaum muda untuk menjauhi tindak kejahatan. Namun beberapa tahun kemudian, dia kembali masuk penjara setelah divonis atas dakwaan penyuapan.
Kim dilarikan ke rumah sakit Seoul National University Hospital karena mengalami masalah pernafasan pada Desember 2011 lalu. Dia terus dirawat di rumah sakit itu sampai meninggal.
(ita/nrl)











































