Tiket Pelantikan Obama Tak Sengaja Dijual Lebih Awal, Warga AS Geram

Tiket Pelantikan Obama Tak Sengaja Dijual Lebih Awal, Warga AS Geram

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Jan 2013 16:03 WIB
Tiket Pelantikan Obama Tak Sengaja Dijual Lebih Awal, Warga AS Geram
Ilustrasi (wusa9.com)
Washington - Tiket untuk menghadiri inaugurasi atau pelantikan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) periode kedua mengalami masalah. Tiket dengan harga paling murah tidak sengaja dijual lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sehingga menuai kekecewaan warga.

Perusahaan penjual tiket secara online, Ticketmaster, secara tidak sengaja mengirimkan lebih awal email pemberitahuan kepada orang-orang yang terdaftar sebagai pemesan tiket. Sesuai jadwal, penjualan tiket inaugurasi Presiden Obama pada 21 Januari mendatang baru akan dilakukan pada Senin (7/1) pagi waktu setempat, namun Ticketmaster mengirimkan email pemberitahuan tersebut pada Minggu (6/1) malam.

"Seluruh tiket dijual untuk umum dengan metode siapa yang lebih dulu pesan akan dilayani, termasuk yang dijual malam ini. Tidak ada jaminan bahwa Anda akan bisa membeli tiket kapan saja," demikian bunyi email pemberitahuan yang terkirim lebih awal, seperti dilansir Reuters, Selasa (8/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, tiket-tiket tersebut habis dibeli sebelum waktunya. Ada dua kategori tiket yang terjual lebih awal, yakni tiket untuk upacara pelantikan seharga US$ 60 atau setara Rp 590 ribu per lembarnya dan tiket untuk parade setelah pelantikan seharga US$ 25 atau setara Rp 245 ribu.

Atas insiden ini, pihak Ticketmaster langsung mengirimkan email klarifikasi. Dalam email tersebut, mereka mengakui adanya kesalahan dan meminta maaf kepada para pemesan tiket yang merasa dirugikan. Menurut mereka, kesalahan pengiriman pemberitahuan tersebut disebabkan oleh kerusakan pada sistem perantara situs penjualan tiket tersebut.

"Ticketmaster mengakui mereka melakukan kesalahan, tapi kami merasa terhormat karena tiketnya ternyata habis terjual," ujar juru bicara komite inaugurasi presiden AS, Cameron French, menanggapi insiden ini.

Namun ternyata, tidak seluruh pemesan tiket yang terdaftar menerima pemberitahuan awal tersebut. Bagi mereka yang sama sekali tidak menerima email pemberitahuan, mengaku kecewa karena dirinya tidak kebagian tiket. Beberapa bahkan terkaget-kaget ketika menyadari bahwa seluruh tiket telah habis terjual.

Hal ini pun menuai protes dan kekecewaan orang-orang yang kehabisan tiket. Mereka merasa ditipu dan tidak mendapat kesempatan yang adil untuk membeli tiket. "Saya terjaga nyaris 4 jam menunggu penjualan tiket," ujar seorang pensiunan asisten jaksa AS, June M Jeffries yang sangat ingin membeli tiket inaugurasi Obama.

Kepada Washington Post, June meminta pihak TIcketmaster dan Komite Inaugurasi Presiden untuk mencabut seluruh tiket yang terjual dan mengulang kembali penjualan tiket dari awal. Desakan agar penjualan tiket diulang ini juga diserukan oleh orang-orang yang menungkapkan kekecewaannya dalam halaman Facebook milik Komite Inaugurasi Presiden.

Pada pelantikan yang akan digelar 21 Januari mendatang, diperkirakan sekitar 800 ribu orang akan hadir. Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan saat pelantikan periode pertama Obama pada Januari 2009 lalu yang mencapai 1,8 juta orang.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini